Senin, 27 Oktober 2014

Pemuda Dan Fenomena Cabe-Cabean

Pemuda Dan Fenomena Cabe-Cabean

Pemuda (ilustrasi)  
Gambar Ilustrasi 1.1


Apabila kita melihat sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, di mana saat itu kondisi pemuda Indonesia dalam tekanan yang sangat besar namun dengan penuh semangat memberikan apa yang bisa dilaksanakan. Pemuda pada masa itu menjadi ujung tombak dalam mengantarkan bangsa dan negara menuju kemerdekaannya. Semangat ini yang perlu kita teladani dan jadikan sebagai inspirasi bagi kita.

Pada masa itu, pemuda Indonesia tetap bersemangat untuk bisa memberikan kontribusi bagi tercapainya kemerdekaan walaupun tanpa dibekali modal harta kekayaan, bahkan tanpa fasilitas. Semestinya kita, pemuda yang hidup di era modern saat ini, di mana kita sudah merdeka dan segala fasilitas telah tersedia, lebih mampu memberikan kontribusi yang lebih besar demi meneruskan cita-cita para pendahulu kita terhadap bangsa dan negara ini.

Di jaman yang modern ini, sering kita melihat atau mendengar banyak pemuda Indonesia melakukan hal-hal yang buruk dan baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungannya. Jarang sekali kita melihat atau mendengar pemuda Indonesia melakukan hal-hal yang baik, terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya.

Perlu saya tekankan di sini mengapa saya menggunakan kata "baik" dan "buruk". Kata "baik" yang saya gunakan merujuk kepada sesuatu yang benar, bermoralitas tinggi dan berakhlak mulia, sejalan dengan norma, nilai, dan kebiasaan masyarakat. Kata "buruk" saya terjemahkan sebagai sesuatu yang tidak terpuji, terkutuk, melanggar norma, nilai, dan kebiasaan masyarakat.

Apa yang terjadi pada pemuda kita di masa kini? Apakah hal-hal yang baik sudah kalah oleh hal-hal yang buruk? Rentetan pertanyaan yang selalu berdengung di telinga kita, pemuda generasi penerus bangsa….

Disini saya akan sedikit memberikan contoh kelakuan buruk generasi Muda Indonesia pada saat ini.Mungkin sebagian dari masyarakat sering mendengar istilah (Cabe-cabean) yang bias dinilang sedikit membuat geli akan tingkah anak-anak muda pada zaman sekarang ini.
             


                      I.            Cabe-cabean.




af42127e36fde87bcaf984951c80f51a_cabe-cabean




Gambar Ilustrasi 1.2



Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya apa sih cabe-cabean?. Maklum istilah baru ini diambil dari bahasa yang tidak biasanya?. Cabe atau cabai adalah tumbuhan yang buahnya bisa digunakan sayuran atau bumbu. Tapi istilah cabe-cabean yang tren saat ini bermakna berbeda dengan bumbu atau sayuran tadi.
Cabe-cabean adalah singkatan dari cewe alay bisa di ewe (mohon maaf). Ewe sendiri berasal dari bahasa Sunda artinya bisa dipakai (negatif). Istilah cabe-cabe ini identik dengan gadis-gadis seusia anak sekolah yang sering keluar malam dan nongkrong dengan anak-anak balap motor liar. Selain ikut meramaikan balap motor liar juga ternyata cewe-cewek ini bisa dipesan dan melakukan hubungan seks bebas dengan siapa saja.
Gila memang anak-anak muda jaman sekarang yang melakukan cabe-cabean. Pengaruh teknologi dan budaya barat sudah begitu merasuk ke kehidupan anak muda jaman sekarang. Semakin mudahnya komunikasi melalui gadget membuat mereka bisa pergi kemana saja dengan banyak alasan kepada orang tuanya.
Selain itu kurang pengawasan dan perhatian orang tua kepada anak-anaknya membuat mereka bisa melakukan apa saja. Apalagi ditambah dengan kurangnya pemahaman agama di dalam jiwa mereka. Cabe-cabean sudah dianggap hal yang biasa. Apalagi bisa menghasilkan dengan mendapat bayaran atau kepuasan.
Mereka menganggap sudah lumrah melakukan hubungan seks tidak hanya kepada pasangannya, bahkan dengan orang yang baru dikenal sekalipun yang penting dapat uang dan kepuasan. Apalagi dengan banyak uang mereka bisa membeli gadget yang terbaru, membeli pakaian yang mahal dan lain sebagainya.
Apalagi mereka mendapat angin segar dan didukung oleh pemerintah dengan program penggunaan kondomnya. Mereka menganggap program tersebut secara tidak langsung membolehkan melakukan hubungan seks asal pakai kondom. Sehingga mereka terhindar dari kehamilan, penyakit HIV/Aids atau penyakit kelamin jika menggunakan kondom.
Banyak orang yang menyalahkan sistem pendidikan di Indonesia. Tapi coba kita melihat lebih jernih, cabe-cabean biasanya dilakukan saat jam diluar sekolah yang notabenenya sudah bukan tanggung sekolah, tapi tanggungjawab orang tua. Orang tua harus berperan lebih aktif saat anaknya berada di rumah.
Orang tua harus melarang anaknya keluar malam tanpa ditemani keluarga atau orang tuanya. Jam-jam malam harus digunakan untuk belajar bukan untuk nongkrong dengan teman-teman apalagi sampai larut malam. Pendidikan agama di lingkungan keluarga juga sangat berperan untuk mengatasi permasalahan ini.
Aparat pemerintah dan polisi juga diperlukan saat banyak anak-anak muda yang nongkrong-nongkrong hingga larut malam. Mereka harus segera membubarkannya dan menyuruh mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Jika masih membandel tangkap mereka dan diberi peringatan dengan memanggil orang tuanya. Mudah-mudahan cara seperti ini dapat menghindari yang namanya Cabe-cabean…..



____________________________________________________
Reffrensiku.
-- Proyeksi Jumlah Pemuda Indonesia, http://kppo.bappenas.go.id/files/-1-Proyeksi Jumlah            Pemuda.pdf
            -- Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia, http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=941
                            
                                     --  http://taktiktek.blogdetik.com/2013/12/16/apa-sih-cabe-cabean/

        Nama   : Imam Nurhotim
                     Kelas   : 1 ka 39
     NPM    : 15114221



Tidak ada komentar:

Posting Komentar