Pemuda
Dan Fenomena Cabe-Cabean
Gambar Ilustrasi 1.1
Apabila kita melihat sejarah perjuangan
kemerdekaan Indonesia, di mana saat itu kondisi pemuda Indonesia dalam tekanan
yang sangat besar namun dengan penuh semangat memberikan apa yang bisa
dilaksanakan. Pemuda pada masa itu menjadi ujung tombak dalam mengantarkan
bangsa dan negara menuju kemerdekaannya. Semangat ini yang perlu kita teladani
dan jadikan sebagai inspirasi bagi kita.
Pada masa itu, pemuda Indonesia tetap bersemangat untuk bisa memberikan kontribusi bagi tercapainya kemerdekaan walaupun tanpa dibekali modal harta kekayaan, bahkan tanpa fasilitas. Semestinya kita, pemuda yang hidup di era modern saat ini, di mana kita sudah merdeka dan segala fasilitas telah tersedia, lebih mampu memberikan kontribusi yang lebih besar demi meneruskan cita-cita para pendahulu kita terhadap bangsa dan negara ini.
Di jaman yang modern ini, sering kita melihat atau mendengar banyak pemuda Indonesia melakukan hal-hal yang buruk dan baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungannya. Jarang sekali kita melihat atau mendengar pemuda Indonesia melakukan hal-hal yang baik, terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya.
Perlu saya tekankan di sini mengapa saya menggunakan kata "baik" dan "buruk". Kata "baik" yang saya gunakan merujuk kepada sesuatu yang benar, bermoralitas tinggi dan berakhlak mulia, sejalan dengan norma, nilai, dan kebiasaan masyarakat. Kata "buruk" saya terjemahkan sebagai sesuatu yang tidak terpuji, terkutuk, melanggar norma, nilai, dan kebiasaan masyarakat.
Apa yang terjadi pada pemuda kita di masa kini? Apakah hal-hal yang baik sudah kalah oleh hal-hal yang buruk? Rentetan pertanyaan yang selalu berdengung di telinga kita, pemuda generasi penerus bangsa….
Pada masa itu, pemuda Indonesia tetap bersemangat untuk bisa memberikan kontribusi bagi tercapainya kemerdekaan walaupun tanpa dibekali modal harta kekayaan, bahkan tanpa fasilitas. Semestinya kita, pemuda yang hidup di era modern saat ini, di mana kita sudah merdeka dan segala fasilitas telah tersedia, lebih mampu memberikan kontribusi yang lebih besar demi meneruskan cita-cita para pendahulu kita terhadap bangsa dan negara ini.
Di jaman yang modern ini, sering kita melihat atau mendengar banyak pemuda Indonesia melakukan hal-hal yang buruk dan baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungannya. Jarang sekali kita melihat atau mendengar pemuda Indonesia melakukan hal-hal yang baik, terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya.
Perlu saya tekankan di sini mengapa saya menggunakan kata "baik" dan "buruk". Kata "baik" yang saya gunakan merujuk kepada sesuatu yang benar, bermoralitas tinggi dan berakhlak mulia, sejalan dengan norma, nilai, dan kebiasaan masyarakat. Kata "buruk" saya terjemahkan sebagai sesuatu yang tidak terpuji, terkutuk, melanggar norma, nilai, dan kebiasaan masyarakat.
Apa yang terjadi pada pemuda kita di masa kini? Apakah hal-hal yang baik sudah kalah oleh hal-hal yang buruk? Rentetan pertanyaan yang selalu berdengung di telinga kita, pemuda generasi penerus bangsa….
Disini saya akan sedikit memberikan contoh
kelakuan buruk generasi Muda Indonesia pada saat ini.Mungkin sebagian dari
masyarakat sering mendengar istilah (Cabe-cabean) yang bias dinilang sedikit
membuat geli akan tingkah anak-anak muda pada zaman sekarang ini.
I.
Cabe-cabean.

Gambar
Ilustrasi 1.2
Mungkin
banyak orang yang bertanya-tanya apa sih cabe-cabean?. Maklum istilah baru
ini diambil dari bahasa yang tidak biasanya?. Cabe atau cabai adalah tumbuhan
yang buahnya bisa digunakan sayuran atau bumbu. Tapi istilah cabe-cabean yang
tren saat ini bermakna berbeda dengan bumbu atau sayuran tadi.
Cabe-cabean adalah singkatan dari cewe alay
bisa di ewe (mohon maaf). Ewe sendiri berasal dari
bahasa Sunda artinya bisa dipakai (negatif). Istilah cabe-cabe ini identik
dengan gadis-gadis seusia anak sekolah yang sering keluar malam dan nongkrong
dengan anak-anak balap motor liar. Selain ikut meramaikan balap motor liar juga
ternyata cewe-cewek ini bisa dipesan dan melakukan hubungan seks bebas dengan
siapa saja.
Gila
memang anak-anak muda jaman sekarang yang melakukan cabe-cabean. Pengaruh
teknologi dan budaya barat sudah begitu merasuk ke kehidupan anak muda jaman
sekarang. Semakin mudahnya komunikasi melalui gadget membuat mereka bisa pergi
kemana saja dengan banyak alasan kepada orang tuanya.
Selain
itu kurang pengawasan dan perhatian orang tua kepada anak-anaknya membuat
mereka bisa melakukan apa saja. Apalagi ditambah dengan kurangnya pemahaman
agama di dalam jiwa mereka. Cabe-cabean sudah dianggap hal yang biasa. Apalagi
bisa menghasilkan dengan mendapat bayaran atau kepuasan.
Mereka
menganggap sudah lumrah melakukan hubungan seks tidak hanya kepada pasangannya,
bahkan dengan orang yang baru dikenal sekalipun yang penting dapat uang dan
kepuasan. Apalagi dengan banyak uang mereka bisa membeli gadget yang terbaru,
membeli pakaian yang mahal dan lain sebagainya.
Apalagi
mereka mendapat angin segar dan didukung oleh pemerintah dengan program
penggunaan kondomnya. Mereka menganggap program tersebut secara tidak langsung
membolehkan melakukan hubungan seks asal pakai kondom. Sehingga mereka
terhindar dari kehamilan, penyakit HIV/Aids atau penyakit kelamin jika menggunakan
kondom.
Banyak
orang yang menyalahkan sistem pendidikan di Indonesia. Tapi coba kita melihat
lebih jernih, cabe-cabean biasanya dilakukan saat jam diluar sekolah yang
notabenenya sudah bukan tanggung sekolah, tapi tanggungjawab orang tua. Orang
tua harus berperan lebih aktif saat anaknya berada di rumah.
Orang
tua harus melarang anaknya keluar malam tanpa ditemani keluarga atau orang
tuanya. Jam-jam malam harus digunakan untuk belajar bukan untuk nongkrong
dengan teman-teman apalagi sampai larut malam. Pendidikan agama di lingkungan
keluarga juga sangat berperan untuk mengatasi permasalahan ini.
Aparat
pemerintah dan polisi juga diperlukan saat banyak anak-anak muda yang
nongkrong-nongkrong hingga larut malam. Mereka harus segera membubarkannya dan
menyuruh mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Jika masih membandel
tangkap mereka dan diberi peringatan dengan memanggil orang tuanya.
Mudah-mudahan cara seperti ini dapat menghindari yang namanya Cabe-cabean…..
____________________________________________________
Reffrensiku.
-- Proyeksi Jumlah Pemuda Indonesia,
http://kppo.bappenas.go.id/files/-1-Proyeksi Jumlah
Pemuda.pdf
-- Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia,
http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=941
Nama : Imam Nurhotim
Kelas
: 1 ka 39
NPM : 15114221